Belajar AI – Beberapa tahun terakhir, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terasa di hampir semua bidang. Dari aplikasi sehari-hari seperti rekomendasi film, chatbot layanan pelanggan, hingga analisis data besar di perusahaan global. AI tidak lagi jadi “tren masa depan”, melainkan sudah ada di depan mata.
Indonesia juga bergerak cepat. Pemerintah mulai mengintegrasikan coding dan AI ke dalam kurikulum 2025–2026. Permintaan tenaga kerja digital diprediksi mencapai 600.000 orang per tahun sampai 2030. Pasar AI di Indonesia pun diproyeksikan menyentuh USD 2,97 miliar pada 2025.
Itu artinya anak yang sudah memahami dasar-dasar AI akan punya keunggulan saat sekolah maupun bersaing di dunia kerja nanti.
Mengapa Anak Harus Belajar AI Sekarang?
Ada tiga alasan utama kenapa anak perlu belajar AI lebih dini:
-
Kurikulum berubah cepat
Mulai SD hingga SMP, coding dan literasi digital mulai diajarkan. AI akan jadi bagian dari pendidikan dasar, bukan tambahan. -
Investasi teknologi besar masuk Indonesia
Microsoft saja mengumumkan investasi $1,7 miliar untuk infrastruktur AI dan pelatihan talenta digital di Indonesia -
Pekerjaan baru bermunculan
Laporan LinkedIn menunjukkan 20% pekerjaan di Asia Pasifik saat ini belum ada 20 tahun lalu. Banyak di antaranya berkaitan dengan AI dan teknologi digital.
Jadi, semakin awal anak memahami AI, semakin siap mereka menghadapi sekolah, kuliah, hingga karir masa depan.
5 Pekerjaan Masa Depan yang Membuat Anak Butuh Belajar AI Sekarang
Berikut adalah 5 daftar pekerjaan di masa depan yang memerlukan anak untuk belajar AI mulai dari sekarang.
1. Insinyur Pembelajaran Mesin
Tugas seorang Machine Learning Engineer ialah membangun algoritma yang memungkinkan komputer belajar dari data. Misalnya, model prediksi harga saham, sistem rekomendasi e-commerce, atau analisis kesehatan pasien.
Kenapa hal ini menjadi penting? Hampir semua industri, mulai dari keuangan, transportasi, hingga kesehatan, membutuhkan tenaga ahli ini. Permintaan global untuk posisi ini meningkat pesat.
2. Insinyur Visi Komputer
Computer Vision Engineer tugasnya mengembangkan sistem yang memungkinkan komputer mengenali dan memahami gambar maupun video. Contohnya: teknologi mobil tanpa sopir, deteksi wajah, hingga sistem keamanan. Hal ini penting karena dunia semakin visual. Mulai dari medis (analisis rontgen), retail (pengenalan produk otomatis), sampai hiburan (augmented reality) membutuhkan keahlian ini.
3. Insinyur Pemrosesan Bahasa Alami (NLP).
Tugas dari Natural Language Processing (NLP) Engineer mengajarkan komputer memahami bahasa manusia. Dari chatbot, voice assistant, sampai aplikasi terjemahan otomatis.
Hal ini penting karena interaksi manusia dan komputer kini berbasis percakapan. Kemampuan anak memahami NLP akan jadi modal berharga di berbagai industri.
4. Pakar Strategi AI, Orchestrator AI, atau Pemimpin Desain Ulang Peran
Tugas dari AI Strategist, AI Orchestrator atau Role Redesign Lead mengatur strategi penggunaan AI di perusahaan, merancang ulang peran pekerjaan agar bisa bekerja bersama teknologi, dan memastikan tim berkolaborasi efektif dengan AI.
Banyak pekerjaan masa depan bukan sekadar teknis, tapi memerlukan pemahaman “bagaimana AI digunakan dengan bijak” di level organisasi.
5. Ahli Etika AI, Pendidik Literasi AI, atau Spesialis Kebijakan AI
Tugas dari pekerjaan ini ialah mengembangkan kebijakan, mengajarkan literasi AI, dan memastikan teknologi digunakan secara adil, aman, dan bertanggung jawab.
Hal ini sangat penting terutama di tengah kemajuan teknologi, aspek etika, privasi, dan keamanan jadi semakin krusial. Profesi ini menjaga agar AI bermanfaat bagi semua orang.
Pekerjaan dan Keterampilan AI yang Dibutuhkan
Berikut adalah daftar pekerjaan dan keterampilan AI yang dibutuhkan di masa depan:
|
Insinyur Pembelajaran Mesin |
Python, statistik, algoritma, model ML |
|
Neural networks, pengolahan gambar dan video |
|
|
Linguistik komputasional, pemrograman, AI bahasa |
|
|
Ahli Strategi / Pengatur AI |
Strategi bisnis, manajemen proyek, kolaborasi |
|
Ahli Etika AI / Pendidik Literasi |
Etika, regulasi, komunikasi, literasi digital |
Bagaimana Orang Tua Bisa Membantu Anak Belajar AI?
Belajar AI bukan berarti anak langsung harus jadi “programmer jenius”. Yang terpenting adalah:
-
Mengenalkan konsep dasar coding sejak dini
-
Memberi pengalaman praktis, misalnya membuat aplikasi kecil atau robot sederhana
-
Menghubungkan teori dengan kehidupan sehari-hari
-
Mendorong anak berpikir kritis: bukan hanya “bagaimana AI bekerja”, tapi juga “kenapa AI digunakan”
Untuk Parents yang ingin langkah lebih nyata, Pengkodean Selanjutnya bisa jadi pilihan tepat. Koding Next adalah sekolah coding terbesar di Indonesia yang punya program khusus anak, dari pemula sampai tingkat lanjut. Di sini, anak belajar:
-
Dasar coding dengan cara menyenangkan
-
Konsep AI sesuai usia
-
Keterampilan digital yang sejalan dengan kurikulum sekolah
-
Proyek nyata yang membuat anak percaya diri
Dengan memulai lebih awal, anak tidak hanya siap menghadapi sekolah, tapi juga membangun pondasi untuk karir masa depan.
Dunia kerja sedang berubah cepat. Profesi seperti Machine Learning Engineer, NLP Engineer, atau AI Ethicist mungkin terdengar “jauh di depan”, tapi sebenarnya sudah dibutuhkan sekarang. Anak yang belajar AI sejak dini akan lebih siap menghadapi perubahan kurikulum, tuntutan sekolah, dan persaingan global.
Bagi orang tua, mendukung anak belajar AI bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Mulai dengan langkah sederhana: kenalkan coding, daftarkan di program terpercaya, dan dorong rasa ingin tahu mereka. Dengan begitu, anak bukan hanya “mengikuti zaman”, tapi juga bisa jadi pemimpin perubahan di masa depan.
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.